BENCHMARKING KKI DENGAN PEERS CCSC IIUM BERLANGSUNG SUKSES
Rangkaian Kegiatan Benchmarking dengan IIUM/photo by Media KKI
Yogyakarta, 3 Desember 2024 — Klinik Konseling Islam (KKI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan acara benchmarking bersama PEERS Counseling and Career Support Center (CCSC) International Islamic University Malaysia (IIUM) pada hari Selasa, 3 Desember 2024. Acara yang berlangsung di Meeting Room Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) ini dimulai pukul 08.45 hingga 12.30 WIB.
Acara ini dihadiri oleh para pengurus KKI 2024 dan anggota PEERS CCSC IIUM, dengan Auliya Hanifah bertindak sebagai moderator. Notulen acara ini adalah Izzah Nur Laili dan Arinal Nurkhoirunnisa. Tujuan dari acara ini adalah untuk berbagi pengalaman, metode, dan wawasan terkait pengelolaan layanan konseling di masing-masing institusi.
Acara diawali dengan sambutan oleh Wakil Dekan 3 Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Bapak Dr. H. Muhsin, S.Ag., M.A., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif benchmarking ini sebagai bentuk kolaborasi internasional yang dapat memperkuat peran layanan konseling dalam mendukung kesehatan mental di perguruan tinggi.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Prodi Bimbingan dan Konseling Islam, Bapak Zaen Musyrifin, S.Sos.I., M.Pd.I. Beliau menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai wadah untuk bertukar wawasan dan pengalaman yang dapat meningkatkan kompetensi para pengelola dan konselor dalam memberikan layanan terbaik.
Dari pihak CCSC IIUM, Madam Amirah memberikan sambutannya dengan mengungkapkan harapannya agar kolaborasi ini dapat terus berlanjut dalam berbagai bentuk program lainnya.
Setelah itu, Ibu Citra Widyastuti, M.Psi., Psikolog, memberikan penjelasan mengenai program-program KKI, yang mencakup layanan konseling individu, kelompok, serta berbagai kegiatan pelatihan untuk mahasiswa. Penjelasan ini diikuti oleh Brother Imad dari PEERS Gombak CCSC IIUM, yang memaparkan program-program unggulan mereka.
Acara dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif berupa sesi tanya jawab. Beberapa poin penting yang dibahas meliputi prosedur bedah film dan pelaksanaan case conference yang dijelaskan oleh kak Putri, dengan tambahan dari kak Nizar mengenai pentingnya referensi ilmiah dan alur sebelum menjadi konselor muda. Case conference sendiri dilaksanakan satu kali dalam setahun. Dalam sesi ini, Fakhri menanyakan tentang tantangan penerimaan anggota dengan latar belakang program keilmuan yang berbeda. Madam Amira dan Sister Arifah menjelaskan bahwa proses screening dilakukan untuk memastikan ketertarikan terhadap isu kesehatan mental, diikuti dengan pelatihan mentoring selama 100 jam. Kak Izzah juga mengangkat pertanyaan terkait pelaksanaan lomba dan kepanitiaan, yang dijawab oleh Sister Arifah bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pelatihan 100 jam.
Setelah sesi tanya jawab, acara dilanjutkan dengan ice breaking yang dipandu oleh Kak Iskandar. Pada sesi ini, dua peserta yang salah menjawab tantangan diminta untuk maju dan menyanyikan lagu. Ice breaking kemudian juga dipandu oleh pihak PEERS IIUM yang menerima tantangan dari pihak KKI untuk mengadakan kegiatan serupa. Suasana menjadi lebih hangat dan akrab berkat kegiatan ini.
Setelah ice breaking, acara berlanjut dengan sesi Focus Group Discussion (FGD) yang memberikan kesempatan kepada peserta dari kedua institusi untuk berbagi pengalaman secara lebih intensif. Sesi ini menjadi momen penting dalam mempererat hubungan kerja sama dan memperdalam pemahaman terkait pengelolaan konseling di masing-masing institusi.
Pada akhir acara, beberapa peserta membagikan kesan dan wawasan mereka. Brother Hafiz mengapresiasi bagaimana konseli dapat mempercayai konselor dalam proses konseling. Sister Nafiah merasa mendapatkan banyak ilmu baru terkait dunia konseling, sementara kak Putri merasa tersanjung atas kunjungan yang dilakukan dan berharap hal-hal baik dari acara ini dapat terus dikembangkan di masa mendatang.
Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Kak Fakhri, yang memberikan suasana khidmat dan penuh rasa syukur atas suksesnya kegiatan ini. Selanjutnya, kedua belah pihak saling memberikan kenang-kenangan berupa plakat dan buku sebagai simbol kerja sama dan apresiasi atas kunjungan yang telah berlangsung.
Acara benchmarking ini memberikan banyak manfaat bagi kedua pihak, baik KKI UIN Sunan Kalijaga maupun PEERS CCSC IIUM. Diharapkan kolaborasi semacam ini dapat terus berlanjut dan semakin memperkuat hubungan antara kedua institusi. Selain itu, hasil diskusi dan insight yang diperoleh diharapkan dapat diimplementasikan dalam program-program yang lebih baik ke depannya.
Oleh: Arinal Nurkhoirunnisa / Kesekretariatan KKI