KKI SUKSES MENGGELAR TRAINING PUBLIC SPEAKING YANG BERMANFAAT BAGI PENGEMBANGAN DIRI

Anggota daan volunteer KKI (Klinik Konseling Islam) mengikuti training public speaking bersama pembicara kali ini yaitu Teguh Prasetyo Nur Sahid, S.Sos., C.Ps., CNNLP., CT.KLTC. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu 11 Desember 2024. Kegiatan ini berhasil membangkitkan antusias para anggota juga volunteer KKI, terlebih kegiatan ini dimulai pukul 08.00 WIB yang bertempat di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Untuk menjaga konsentrasi anggota juga volunter KKI yang menjadi peserta training public speaking maka sebelum itu dilakukan ice breaking terlebih dahulu seperti ice breaking bunyi sepeda yang membuat setiap peserta menggerakkan tubuhnya dan game tembak dor yang membuat para peserta sigap mengikuti interupsi awal yang telah diberikan, hal ini nantinya mempertahankan kefokusan dalam permainan. Dengan semangat baru, MC membuka acara training public speaking setelah sesi ice breaking yang meriah. Pada kegiatan ini nantinya terbagi menjadi dua sesi sesuai dengan materi yang akan disampaikan oleh pembicara.

Pada sesi pertama pembicara membahas mengenai penguasaan diri dalam public speaking juga memaparkan mengenai percaya diri yang menjadi salah satu masalah dalam public speaking. Selanjutnya, peserta diminta untuk menuliskan tujuan pembelajaran public speaking dan persiapan teknis saat public speaking menggunakan sticky notes yang sudah diberikan, kemudian ditempel pada tempat yang sudah disediakan. Pembicara juga menginstruksikan setiap peserta untuk berbicara bergantian seperti role model motivator masing-masing menggunakan teks yang sudah disiapkan dengan diiringi tepuk tangan peserta yang selaras dengan backsound .

Selain itu, para peserta menyegarkan diri kembali dengan konsumsi ringan yang telah disediakan pada saat istirahat diantara sesi pertama dan kedua. Sebelum memasuki sesi kedua, kegiatan dilanjutkan dengan ice breaking untuk menciptakan suasana menyenangkan juga kondusif. Kali ini ice breakingnya lebih pada fokus untuk mengeluarkan suara sesuai instruksi yang sudah diberikan adapun ice breaking lainya yang dilakukan berpasangan untuk saling mengambil name tag yang dipakai oleh para peserta dan yang terakhir ice breaking dengan tangan kanan dan kiri yang saling berlawanan ,seperti jika tangan kanan membuat tembakan maka tangan kiri membuat angka dua dan hal ini dilakukan bergantian antara tangan kanan dan kiri, dalam mencobanya memerlukan konsentrasi agar tidak salah.

Pada sesi kedua ini fokus mengenai penyampaian dengan membahas Merhadian Rules yang menekankan penyampaian itu 55% visual, 30% vokal, dan 7% verbal . Juga dipaparkan apa saja visual, vokal dan verbal itu. Mendekati penghujung sesi, pembicara membedah pertanyaan-pertanyaan yang diberikan para peserta melalui google form sebelum kegiatan dimulai.

Selanjutnya sesi beralih pada praktek public speaking lainnya, yang kemudian diberikan teks MC yang telah disiapkan untuk para peserta, dimana para peserta diminta berpasangan untuk seolah olah menjadi MC menggunakan teks tersebut. Setelah diberikan contoh oleh pembicara selanjutnya giliran peserta yang mempraktekkan, sebelumnya diberikan waktu sekitar 10 menit untuk berlatih. Penampilan menjadi MC tersebut akan dinilai dan dievaluasi langsung oleh sang pembicara, yakni kak Teguh, mulai dari cara memegang mic,ekspresi, juga cara membaca setiap teksnya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan kesan pesan selama mengikuti training public speaking. Kegiatan kali ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum, namun juga untuk membangun kepercayaan diri dan seperti yang telah disampaikan ketika pemaparan materi yakni, ilmu yang didapat akan bermanfaat jika digunakan dan terus dikembangkan, sebaliknya jika dibiarkan, kemungkinan hilang begitu saja.

Oleh: Melani Lailansyah / Kesekretariatan KKI

Berita Terkait

Berita Terpopuler