KKI BAGI SEMBAKO SEMBARI MENJADI PENDENGAR

Pada Sabtu, 6 Desember 2025 sejak pukul 08.00 WIB, sebanyak 21 pengurus Klinik Konseling Islam (KKI) berkumpul untuk menyalurkan amanah kebaikan sekaligus menjadi pendengar bagi mereka yang membutuhkan. Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 10.30 WIB ini bukan sekadar pembagian bantuan fisik, melainkan sebuah upaya membangun jembatan emosional.

Sebanyak 30 paket sembako disiapkan untuk dibagikan kepada lansia, anak yatim, dan piatu di wilayah tersebut. Agar penyaluran berjalan efektif, pengurus KKI dibagi menjadi sembilan kelompok kecil yang terdiri dari dua hingga tiga orang. Hal ini dilakukan agar interaksi dengan warga terasa lebih hangat dan personal. Sebelum terjun ke lapangan, pihak KKI telah melakukan koordinasi kepada ketua RT setempat. Melalui langkah ini KKI mendapat izin dan dukungan penuh, mengingat kawasan tersebut memang masuk dalam kategori wilayah yang membutuhkan perhatian khusus.

Dalam pelaksanaannya, sasaran yang tepat untuk sembako menjadi prioritas utama. Dengan bantuan arahan warga lokal dan observasi langsung di lapangan, pihak KKI menyusuri gang-gang untuk menemui para penerima manfaat. Di sinilah KKI tidak hanya memberikan paket sembako, tetapi juga meluangkan waktu untuk melakukan sharing atau mendengarkan keluh kesah keseharian para warga.

Melalui percakapan mendalam tersebut, terungkap berbagai realita kehidupan yang menyentuh hati. Beberapa lansia mengaku kini hidup sebatang kara dan beberapa harus berjuang melawan penyakit yang mengharuskan rutin berobat. Namun, di balik kesulitan tersebut, solidaritas kemanusiaan antar tetangga di lingkungan tersebut ternyata sangat kuat. Banyak warga yang saling membantu kebutuhan sehari-hari bagi yang sudah tidak lagi memiliki penghasilan.Dari kegiatan ini didapati pengalaman untuk memahami realitas sosial dengan menjadi pendengar aktif yang hadir menguatkan hati para penerima.

Kegiatan ini menjadi pengalam pengingat bagi pengurus KKI bahwa profesi konselor tidak hanya bekerja di dalam ruang praktik, tetapi juga harus mampu turun ke lapangan untuk memahami realitas sosial. Dengan menjadi pendengar yang aktif, KKI berhasil menjalankan fungsinya sebagai penyalur kebaikan yang tidak hanya mengenyangkan perut, tetapi juga menguatkan hati para penerimanya.

Oleh: Melani Lailansyah / Kesekertariatan KKI

Liputan Terpopuler