BEDAH FILM TAARE ZAMEEN PAR: REFLEKSI DAN BELAJAR MEMAHAMI DINAMIKA PSIKOLOGIS ANAK
sesi foto bersama sebagai penutup acara
BEDAH FILM TAARE ZAMEEN PAR: REFLEKSI DAN BELAJAR MEMAHAMI DINAMIKA PSIKOLOGIS ANAK
Kegiatan Bedah Film Taare Zameen Par dilaksanakan oleh Klinik Konseling Islam (KKI) pada Sabtu, 17 Oktober 2026, bertempat di Co-Working Space C, Student Center UIN Sunan Kalijaga. Kegiatan ini diikuti oleh pengurus dan anggota KKI sebagai salah satu bentuk pembelajaran bersama melalui media film. Selain menonton film, kegiatan ini juga bertujuan untuk menambah pemahaman peserta mengenai dinamika psikologis anak serta melihat bagaimana pendekatan konseling dapat diterapkan dalam menghadapi permasalahan yang dialami individu.
Acara dimulai pada pukul 09.44 WIB dan dibuka oleh Master of Ceremony (MC), Salma Nur Dina. Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Pelaksana, Naura Fadhila. Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi seluruh peserta. Selanjutnya, peserta bersama-sama menyaksikan film Taare Zameen Par.
Film Taare Zameen Par menceritakan seorang anak bernama Ishaan yang mengalami kesulitan dalam belajar, terutama dalam membaca dan menulis. Kesulitan tersebut membuat Ishaan sering dianggap malas dan tidak patuh oleh orang-orang di sekitarnya. Padahal, ia memiliki cara belajar dan potensi yang berbeda. Kehidupan Ishaan mulai berubah ketika ia bertemu dengan Pak Nikumbh, seorang guru yang berusaha memahami kondisinya, memberikan dukungan, serta membantu Ishaan mengenali kemampuan yang dimilikinya.
Setelah pemutaran film selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi Focus Group Discussion (FGD) yang dipantik oleh Kak Ahmad Fahri, S.Sos. Pada sesi ini, peserta dibagi menjadi empat kelompok untuk membahas lebih dalam aspek konseling yang terdapat dalam film. Setiap kelompok mendiskusikan permasalahan yang dialami Ishaan, cara lingkungan keluarga dan sekolah memperlakukan dirinya, serta pendekatan yang dilakukan Pak Nikumbh dalam membantu Ishaan. Melalui diskusi kelompok, peserta juga diajak menghubungkan cerita dalam film dengan pemahaman dan praktik konseling.
Setelah diskusi kelompok, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Peserta diberi kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, pendapat, maupun hasil pembahasan kelompok. Sesi ini menjadi ruang untuk bertukar pandangan dan memperdalam pemahaman mengenai pentingnya mengenali kebutuhan setiap anak, membangun komunikasi yang baik, serta memberikan dukungan sesuai dengan kondisi dan kemampuan masing-masing individu. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup oleh MC.
Setelah penutupan, peserta mengikuti sesi foto bersama, santap siang, dan bersih-bersih ruangan secara bersama-sama. Melalui kegiatan bedah film ini, KKI berharap peserta dapat mengambil pelajaran mengenai pentingnya empati, penerimaan, dan kesediaan untuk memahami perbedaan pada setiap individu. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menambah wawasan anggota KKI dalam memahami dinamika psikologis anak dan menerapkannya sebagai bekal dalam proses pembelajaran maupun praktik konseling.
Oleh: Aufaa Humairaa