BEDAH FILM “GOOD WILL HUNTING”: RUANG REFLEKSI DAN DISKUSI BERSAMA ANGGOTA KKI
sesi foto bersama setelah bedah film
Klinik Konseling Islam (KKI) mengadakan kegiatan Bedah Film dengan mengulas film “Good Will Hunting” (1997) pada Sabtu, 18 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di kawasan Jl. Timoho, Yogyakarta, sebagai salah satu media pembelajaran yang dikemas secara santai namun tetap reflektif dan bermakna.
Kegiatan bedah film ini diikuti oleh anggota internal KKI dengan tujuan menambah wawasan, melatih kemampuan refleksi, serta memperdalam pemahaman mengenai dinamika psikologis yang ditampilkan dalam film. Melalui media film, peserta diajak untuk melihat berbagai persoalan kehidupan, hubungan interpersonal, proses penerimaan diri, serta pentingnya dukungan sosial dalam perkembangan individu.
Acara dibuka pada pukul 08.00 WIB oleh Master of Ceremony, Naura Fadhila, yang memandu jalannya kegiatan dengan suasana hangat dan interaktif. Setelah pembukaan, peserta bersama-sama menyaksikan film Good Will Hunting secara penuh. Selama sesi menonton, peserta tampak antusias mengikuti alur cerita yang sarat akan pesan emosional, pendidikan, dan proses konseling.
Setelah sesi menonton selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi refleksi bersama yang dipandu oleh Rida Iqlima, S.Sos. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk mengulas kembali berbagai adegan penting, memahami karakter tokoh, serta menghubungkannya dengan sudut pandang psikologi dan konseling. Diskusi berlangsung aktif karena banyak peserta yang memberikan pandangan, pengalaman, dan pelajaran yang mereka dapatkan dari film tersebut.
Untuk memperdalam pembahasan, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD). Dalam sesi ini, peserta dibagi untuk mendiskusikan lebih mendalam terkait isu-isu yang muncul dalam film, mulai dari trauma masa kecil, potensi diri, hubungan terapeutik dalam konseling, hingga proses seseorang dalam menghadapi ketakutan dan luka batin. Suasana diskusi berlangsung dengan penuh keterbukaan, sehingga peserta dapat saling bertukar perspektif dan pemahaman.
Melalui kegiatan bedah film ini, KKI berharap anggota tidak hanya memperoleh hiburan, tetapi juga mampu mengambil nilai-nilai kehidupan yang dapat diterapkan dalam keseharian maupun dalam praktik konseling. Kegiatan ini juga menjadi ruang belajar bersama yang memperkuat kemampuan berpikir kritis, empati, serta kepekaan terhadap dinamika psikologis individu.
Oleh : Nadhila Maulidya/Kesekretariatan KKI