Tiga Hari KKI dan Lab BKI Menyelami Dunia Konseling
Sesi Penyampaian Materi Keterampilan Dasar Konseling
Dalam upaya mencetak seorang konseling yang kompeten, Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) menyelenggarakan Pelatihan Konselor Islam yang bekerja sama dengan Perkumpulan Ahli Bimbingan Konseling Islam (PABKI). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari pada bulan Oktober 2025 ini diikuti oleh para anggota Klinik Konseling Islam (KKI) dan Laboratorium BKI. Pelatihan ini dilaksanakan di Gedung Rektorat Lama lantai 2, dimulai sejak pukul 08.30 hingga 15.00 WIB. Rangkaian acara dilaksanakan secara bertahap pada Jumat tanggal 24, Rabu tanggal 29, dan berakhir pada Jumat tanggal 31.
Pada hari pertama fokus pada pendalaman teknik konseling oleh Ibu Nur Fitriyani Hadi, M.Psi., yang membuka sesi dengan materi mengenai Relaksasi, Logoterapi, dan Person-Centered Therapy. Pada sesi ini para peserta langsung diarahkan untuk mempraktikkan teknik pernapasan dan menyelesaikan studi kasus dengan sikap konselor unconditional positive regard (penerimaan tanpa syarat). Sesi berikutnya dilanjutkan oleh Kak Teguh Prasetyo Nur Sahid, S.Sos., yang membawakan materi Hipnoterapi untuk menjangkau alam bawah sadar. Sebagai penutup hari pertama, Bapak Moh. Khoerul Anwar, Ph.D., menyampaikan pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) yang mencakup teknik-teknik systematic desensitization, in vivo,dan flooding.
Memasuki hari kedua, fokus pelatihan beralih pada hal yang berkaitan dengan perilaku konselor. Bapak Sudharno Dwi Yuwono, M.Pd., menyampaikan materi Keterampilan Dasar Konseling, yang kemudian dilanjut oleh Bapak Zaen Musyrifin, M.Pd.I., mengenai Etika Konseling. Pada sesi ini, peserta melakukan roleplay untuk melatih menyambut konseli, menyambut disini maksudnya hadir secara aktif, siap mendengarkan dan perhatian sepenuhnya tertuju pada konseli, selain itu juga menganalisis kasus melalui kacamata kode etik konselor yang tepat.
Pada hari ketiga yang merupakan hari terakhir difokuskan pada aspek manajemen administrasi dan pelaporan dalam konseling. Ibu Fera Puspito Sari, M.Pd., menyampaikan tata kelola administrasi konseling individu, sementara Bapak Said Hasan Basri, M.Si., menutup dengan materi analisis dan pelaporan. Pada sesi ini peserta diperkenalkan dengan berbagai instrumen penting, seperti formulir persetujuan (informed consent), tes DASS (Depression Anxiety Stress Scales), hingga prosedur referral atau alih tangan kasus kepada profesional lain seperti psikolog.
Meskipun jadwal pelatihan terhitung padat, antusiasme peserta tetap terjaga di setiap harinya. Sebagai bentuk tindak lanjut, setiap peserta diwajibkan melaksanakan minimal dua sesi konseling mandiri dengan harapannya mempraktekkan materi-materi yang telah dipelajari. Hasil dari praktek tersebut nantinya akan dilaporkan kembali kepada para pemateri untuk mendapatkan feedback.
Oleh: Melani Lailansyah / Kesekertariatan KKI